“Bagai makan buah simalakama, dimakan ibu mati, tak dimakan ayah mati.”
Ungkapan tersebut menggambarkan sulitnya posisi perempuan dan transpuan untuk bersuara dan menyampaikan pendapatnya. Sebagian besar dari mereka memilih diam lantaran takut menjadi sasaran cemoohan yang tak jarang berujung pada kekerasan. Lainnya, mencoba bertahan dan saling menguatkan.
Juni 2026, beberapa perempuan dan transpuan berusaha menyampaikan pengalaman dan keresahannya melalui kuas di atas kain dan kanvas. Guratan serupa gugatan untuk hitam-putih pandangan kita.
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik menikmati karya ini, gunakan tablet, laptop, atau perangkat lainnya dengan layar yang lebih luas